Layanan

Linda Kusumawati, S.Si

Layanan Pengujian

  • Senin-Jumat
  • 08.00-16.30

Amalia Sukma Ridhani, S.Si

Layanan Pengujian

  • Senin-Jumat
  • 08.00-16.30

Aniska Arsitaningtyas A, S.Farm.,Apt

Layanan Sertifikasi

  • Senin-Jumat
  • 08.00-16.30

Shabrina Aulia Putri, S.Farm,Apt.

Layanan Sertifikasi

  • Senin-Jumat
  • 08.00-16.30

Haryanti Patmala, S.Si

Layanan Pengujian

  • Senin-Jumat
  • 08.00-16.30

Rosita Mardiani, STP

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin-Jumat
  • 08.00-16.30

Wayan Krisnayanti, S.Farm.,Apt

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin-Jumat
  • 08.00-16.30

Eka Yuliantini Fahmi, S.Farm.,Apt

Layanan Pengujian

  • Senin-Jumat
  • 08.00-16.30

Prabawati, S.Si

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin-Jumat
  • 08.00-16.30

Dilakukan pembinaan dan pendampingan oleh petugas BPOM terhadap pelaku usaha tersebut agar mendaftarkan produknya di BPOM.

Masyarakat dapat melakukan pengaduan ke ULPK (Unit Layanan Pengaduan Konsumen) baik secara tatap muka di BPOM wilayah setempat atau secara elektronik dapat mengunjungi situs ulpk.pom.go.id dengan mengisi form pengaduan

Sesuai Peraturan BPOM No 27 Tahun 2017 Produk pangan yang dikecualikan beredar tanpa memiliki izin edar, salah satunya pangan olahan yang mempunyai masa simpan kurang dari 7 hari. Apabila ditemukan makanan frozen food yang tidak sesuai ketentuan tersebut maka terlebih dahulu pelaku usaha frozen food akan dilakukan pembinaan oleh petugas BPOM agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Apabila setelah dilakukan pembinaan tetap melakukan pelanggaran maka dikenakan sanksi Administratif sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Melakukan proses registrasi akun perusahaan dan registrasi produk terlebih dahulu di web e-reg.pom.go.id.

Sesuai Undang-Undang Cipta Kerja, Makanan dan Minuman yang dipergunakan untuk masyarakat harus didasarkan pada standard an/atau persyaratan kesehatan. Makanan dan minuman yang tidak memenuhi ketentian standar, persyaratan kesehatan, dan atau membahayakan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang untuk diedarkan, serta harus ditarik dari peredaran, dicabut perizinan Berusaha, dan diamankan/disita untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Melakukan proses regristasi akun perusahaan dan registrasi produk terlebih dahulu di web e-reg.pom.go.id
  • Syarat regristrasi produk yang diproduksi didalam negeri. Komposisi produk alur proses produksi, penjelasan kode produjsi, penjelasan masa kadaluwarsa, rancangan label, hasil analisis, spesifikasi bahan yang digunakan pada komposisi, dokumen pendukung lain seperti sertifikat halal apabila mencantumkan logo halal.

Industri kosmetika dapat memproduksi PKRT dengan menggunakan fasilitas yang sama, selama PKRT yang diproduksi tidak mengandung bahan yang dilarang dalam kosmetika dan selalu pastikan dilakukan pembersihan dan perawatan untuk mencegah kontaminasi silang dan risiko campur baur antara kosmetika dan PKRT

Untuk itu, Industri kosmetika harus mengurus Persetujuan Penggunaan Fasilitas Produksi kosmetika Bersama Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) apabila akan memproduksi PKRT menggunakan sarana dan peralatan yang sama dengan kosmetika.

Bentuk sediaan kosmetika saat ini sesuai Keputusan Kepala Badan POM No. HK.02.02.12.20.428 tahun 2020 tentang Penetapan Bentuk Sediaan Kosmetika, yaitu :

  • Padat
  • Serbuk
  • Setengah padat
  • Cairan
  • Aerosol

Persyaratan kosmetika yang akan diedarkan di wilayah Indonesia adalah harus memiliki izin edar berupa notifikasi.

Kosmetika adalah bahan sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia seperti epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar, atau gigi dan membrane mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Bisa agar menyertakan informasi terkait dimana didapatkan produk tersebut

Selain itu sebelum membeli produk Obat tradisional, selalu pastikan untuk melakukan cek KLIK yaitu : Cek Kemasan, Cek Label, Cek ijin Edar dan Cek Kedaluarsa

Untuk memudahkan masyarakat dan melindungi masyarakat dari produk Obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan, Badan POM meliliki aplikasi BPOM Mobile yang dapat dilihat di website cekbpom.pom.go.id atau diinstal BPOM Monile di Smartphone. Pada aplikasi ini dilengkapi dengan fitur menu untuk memindai produk 2D barcode untuk memverifikasi obat dan makanan terdaftar, menu untuk melihat riwayat pemindaian yang sudah dilakukan, menu akses berita pengawasan Obat dan Makanan yang dikeluarkan Badan POM serta menu untuk melakukan pengaduan.

Semua obat tradisional yang diedarkan di wilayah Indonesia wajib memiliki ijin edar yang dikeluarkan oleh Badan POM

Adapun kode ijin edar berupa

  • POM TR diikuti 9 digit angka (obat tradisional yang di produksi dalam negeri]
  • POM TI diikuti 9 digit angka  (obat tradisional luar negeri)
  • POM TL diikuti 9 dihit angka ( obat tradisiomal lisensi)

Masa ijin edar ini berlaku selama 5 tahun

Perkecualian untuk obat tradisional yang dibuat oleh usaha jamu racikan, jamu gendong; jamu simplisia dan sediaan galenik untuk keperluan industri dan keperluan layanan pengobatan tradisional dan obat tradisonal untuk keperluan penelitian, sampel untuk registrasi, pameran dalam jumlah terbatas dan tidak diperjual belikan tidak wajib memiliki ijin edar. 

BPOM akan melakukan:

  • Memberikan peringatan secara tertulis kepada produsen,
  • Penarikan produk dari peredaran termasuk penarikan iklan,
  • Penghentian sementara kegiatan pembuatan, distribusi, penyimpanan, pengangkutan, dan penyerahan obat.
  • Pembekuan atau pencabutan ijin edar dan pemberian sangsi kepada produsen.

Badan POM menerbitkan publik warning/peringatan sebagai bentuk informasi keoada masyarakat agar tidak membeli produk dan mengkonsumsi OT yang dicemari BKO. Daftar OT yang mengandung BKO dicantumkan pada lampiran tiap-tiap public warning tersebut.

Tindakan produsen dan pihak-pihak yang mengedarkan produk OT dengan menambahkan BKO, melanggar UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Pemerintah melalui Badan POM melakukan pengawasan pre dan post market. Pengawasan di sarana produksi, distribusi serta import obat tradisional untuk melindungi masyarakat dari produk yg tidak memenuhi ketentuan yang tidak aman bagi kesehatan.

Pengawasan pre market berupa pemenuhan cara produksi obat tradisional yang baik (CPOTB), Persyaratan teknis/administrasi pada saat pendaftaran.

Pengawasan post market berupa pengawasan sesudah produk beredar di masyarakat dengan cara disampling produk secara berkala maupun inspeksi ke sarana untuk memantau apakah produsen masih menerapkan CPOTB. Diharapkan produk obat tradisional yang dibuat dan beredar adalah produk OT yang sesuai dengan ketentuan yaitu memenuhi syarat CPOTB, bermutu dan aman digunakan.

Beberapa tips membeli secara online

  • Pilih Online Shop yang terpercaya, lihatlah rating dan review toko
  • Pastikan produk mempunyai Nomor Izin Edar BPOM
  • Pastikan label kemasan produk menggunakan Bahasa Indonesia disamping kemasan aslinya
  • Pilih produk sesuai kebutuhan. Penggunaan Obat Tradisional harus sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada label
  • Bacalah dengan teliti informasi dan klaim yang tercantum pada deskripsi produk
  • Jangan lupa baca peringatan dan perhatian. Beberapa produk tidak dianjurkanuntuk anak-anak, wanita hamil dan menyusui
  • Pastikan produk tidak kadaluarsa, tanyakan kepada seller tanggal kadaluarsa produk
  • Hindari Obat Tradisional dengan klaim khasiat berlebihan yang menjanjikan efek cepat/instan/cespleng atau mencantumkan testimoni kesembuhan

Obat tradisiomal dapat dibeli di sarana yang sudah memiliki izin seperti toko obat yang memiliki penanggung jawab D3 Farmasi atau di apotek

Obat tradisional yang mengandung BKO memiliki efek sangat cepat (cespleng) namun dalam waktu beberapa jam setelah mengkonsumsi sakutnya akan timbul kembali. Produk obat tradisional tersebut diklaim dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Bersadarkan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Badan POM, obat tradisional yang sering ditambahkan BKO berupa obat tradisional yang fungsinya untuk :

Pegal linu: Fenil butason, antalgin, natrium diklofenak, piroksikam, parasetamol, predsison atau deksametason

Pelangsing: Sibutramin HCL

Obat kuat/peningkat stamina: Sildenafil Sitrat

Kencing manis/ diabetes: Glibenklamid

Sesak nafas/ asma: Teofilin

BKO atau bahan kimia obat adalah senyawa sintetis atau bisa juga produk kimiawi yang berasal dari bahan alam yang umumnya digunakan pada pengobatan modern selalu disertai dengan takaran/ dosis, aturan pakai yang jelas dan peringatan-peringatan akan bahaya dalam penggunaannya untuk menjaga keamanan penggunanya dari kemungkinan efek samping yang ditimbulkan.

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik, atau campuran dari bahan tersebut yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Kepala BPOM Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Obat-Obat Tertentu Yang Sering Disalahgunakan disebutkan bahwa obat-obat tertentu adalah obat-obat yang bekerja di sistem susunan syaraf pusat selain Narkotika dan Psikotropika yang pada penggunaan di atas dosis terapi dapat menyebabkan ketergantungan dan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku, terdiri atas obat-obat yang mengandung:

  • Tramadol;
  • Triheksifenidil;
  • Klorpromazin;
  • Amitriptilin; dan/atau
  • Haloperidol

Penjualan produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa diperbolehkan, dengan syarat mutu produk masih baik. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, disebutkan bahwa penjualan yang dilarang adalah menjual produk yang mutunya sudah tidak baik/kedaluwarsa.

Sesuai Permenkes Nomor 167/Kab/B.VII/72 tentang Pedagang Eceran Obat sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1331/MENKES/SK/X/2002 Tahun 2002 bahwa Pedagang Eceran Obat boleh menjual obat generik yang termasuk dalam kategori obat-obat bebas dan obat-obat bebas terbatas

Berdasarkan Pasal 189 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, PPNS BPOM dapat melakukan penegakan hukum terhadap peredaran produk obat ilegal/ tanpa izin edar dengan melakukan pro justitia (penyidikan) tindak pidana yang diancam dengan hukuman penjara dan denda sebagaimana ketentuan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

  • Penulisan dalam bulan dan tahun :

Batas terakhir penggunaan obat adalah tanggal terakhir di bulan dan tahun tersebut.

  • Penulisan dalam tanggal, bulan, dan tahun :

Batas terakhir penggunaan obat adalah tanggal tersebut

Pembelian obat melalui media online tidak diperbolehkan, karena memiliki risiko:

  • Obat yang dijual kemungkinan adalah obat ilegal atau palsu, karena:
  • Pihak yang menjual obat tidak diketahui secara pasti alamat atau tempatnya (bukan seperti sarana resmi, dimana identitas sarana tercantum dengan jelas pada Izin Sarana)
  • Obat berasal dari sumber yang tidak jelas, sehingga keamanannya tidak diketahui secara pasti.
  • Tidak ada jaminan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Pasien tidak memperoleh informasi lengkap tentang obat antara lain mencakup cara pakai, dosis obat, termasuk efek samping yang mungkin timbul, sehingga:
  • Obat dapat dikonsumsi secara berlebihan
  • Timbul efek samping yang tidak diwaspadai
  • Bisa mengakibatkan keracunan/kematian

Secara umum untuk obat-obat tertentu, terdapat petunjuk khusus untuk pembuangannya. Jika menerima obat dengan petunjuk khusus tersebut, maka obat harus dibuang sesuai dengan petunjuk yang ada.

Pada prinsipnya sampah obat harus dimusnahkan dan tidak berbentuk utuh yang memicu oknum yang memanfaatkan kembali obat tersebut. Maka sebelum membuang sampah obat perlu diperhatikan beberapa hal, seperti:

  • Hilangkan semua label kemasan dari wadah obat
  • Untuk kapsul, tablet atau bentuk padat lain, hancurkan terlebih dahulu dan campur obat tersebut dengan tanah atau bahan kotor lainnya masukkan kedalam plastik dan buang ke tempat sampah.
  • Untuk cairan selain antibiotik, buang isinya pada kloset.
  • Untuk cairan antibiotik buang isi bersama wadah dengan menghilangkan label ke tempat sampah

Tips agar terhindar dari obat ilegal / palsu:

1.     Belilah Obat di sarana resmi pelayanan obat.

2.     Tebus resep obat atau Obat Keras di Apotek

3.     Jika akan membeli obat secara online, pastikan obat yang dibeli sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena pembelian secara online tidak selalu dilayani oleh tenaga kefarmasian (Apoteker) dan tidak bertatap langsung dengan tenaga kesehatan untuk berkonsultasi.

4.     Konsultasikan dengan dokter atau Apoteker jika tidak ada kemajuan setelah minum obat.

5.     Perhatikan kondisi kemasan obat dengan baik:

  • Masih tersegel.
  • Kebersihan kemasan.
  • Baca label sebelum membeli.
  • Perhatikan Nama Obat, Nomor Registrasi/ NIE, Nama Produsen, tanggal Kedaluwarsa.

6.     Waspada harga obat yang terlalu murah.

7.     Waspada perorangan yang menawarkan obat atau memberikan secara gratis.

8.     Masyarakat dapat ikut serta melakukan upaya pemberantasan peredaran obat ilegal dan palsu serta dapat menggunakan obat dengan aman dengan cara CEK KLIK yaitu :

  •  Cek Kemasan

Pastikan kemasan obat dalam kondisi baik, tidak berlubang, karatan (untuk produk dengan kemasan logamseperti tutup botol), dan kerusakan-kerusakan lainnya

  • Cek Label

    Baca informasi produk yang tertera pada label/ penandaan pada kemasan obat dengan cermat. Pastikansemua informasi terkait obat tersedia dan tercantum lengkap

  • Cek Izin Edar

    Pastikan dalam kemasan tercantum Nomor Izin Edar dari Badan POM. Untuk memastikan nomor izin edarobat yang benar dapat dilakukan secara online dengan menggunakan salah satu aplikasi dari Badan POMyakni CekBPOM yang bisa diakses melalui cekbpom. go.id atau menggunakan aplikasi BPOM Mobile.

  • Cek Kedaluwarsa

    Informasi kedaluwarsa obat adalah salah satu informasi untuk memastikan obat masih dalam batas waktuaman untuk digunakan atau bisa juga sebagai penanda bahwa obat diproduksi resmi oleh industri farmasi.Pastikan informasinya jelas dan tidak ada tanda-tanda bekas dihapus atau dibuang karena pada beberapaobat palsu yang pernah ditemukan oleh Badan POM ternyata merupakan obat asli yang tanggalkedaluwarsanya sudah diganti.

Obat palsu adalah Obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau produksi obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah memiliki izin edar. Sebaiknya membeli obat langsung ke APOTEK, Toko Obat atau Sarana kesehatan lainnya. Dan sebaiknya konsultasi langsung dengan Apoteker atau tenaga farmasi.

Tips-tips menyimpan obat di rumah:

  • Simpan obat di tempat sejuk dan kering dan terhindar dari sinar matahari langsung (di lemari pendingin bila ada petunjuk khusus).
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Bila perlu gunakan botol tertutup rapat.
  • Jangan pernah mencampur tablet dan kapsul dalam satu wadah.
  • Jangan pernah mengganti kemasan botol ke botol lainnya.
  • Pisahkan penyimpanan obat minum dengan obat luar.
  • Simpan obat dalam kemasan aslinya dan dalam wadah tertutup rapat.
  • Jangan menyimpan obat yang telah kedaluwarsa.

Yang harus Anda perhatikan dalam penggunaan obat:

  • Pastikan menggunakan produk yang sudah terdaftar di BPOM
  • Baca aturan pakai pada label/etiket,penandaan pada brosur dan/atau petunjuk dokter setiap anda akan menggunakan obat.
  • Untuk menghindari kesalahan, jangan menggunakan obat di tempat gelap.
  • Jangan menggunakan obat yang telah kadaluwarsa.
  • Minumlah obat dengan menggunakan air putih.
  • Jangan minum alkohol selama anda minum obat.
  • Jangan berikan obat anda untuk orang lain, karena orang lain tersebut tidak sama dengan anda, baik penyakit ataupun kondisinya.
  • Letakkan obat pada tempat yang kering, sejuk dan terhindar cahaya matahari.
  • Jangan mencampur beberapa obat dalam satu wadah. Simpanlah obat anda dalam wadah aslinya.
  • Jika ada yang anda ragukan, tanyakan pada apoteker anda
  • JAUHKAN OBAT DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK!!!

Tanyakan kepada Apoteker :

  • Obat apa yang diberikan dan mengapa diperlukan?
  • Berapa jumlahnya, penggunaannya berapa kali sehari dan berapa lama?
  • Kapan obat harus digunakan? Apakah sebelum makan, sesudah makan, pagi hari atau menjelang tidur?
  • Efek samping apa yang mungkin timbul?
  • Apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat atau terjadi gejala efek samping?
  • Obat lain atau makanan apa yang harus dihindarkan selama mengkonsumsi obat tersebut.

Tips mendapatkan obat yang aman :

  • Beli obat di sarana pelayanan kesehatan/kefarmasian resmi
  • Beli obat keras harus menggunakan resep dokter
  • Hati-hati penawaran online dari sumber dan keaslian yang tidak diketahui
  • Beli obat dan vitamin secukupnya
  • Jangan lupa, selalu Cek KLIK
Sarana