Tingkatkan Kerjasama Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan, BBPOM Mataram Tandatangani MoU dengan Universitas Islam Negeri Mataram

19-02-2024 Umum Dilihat 183 kali

Peningkatan kemampuan dan perluasan cakupan pengawasan maupun perlindungan konsumen sangat diperlukan mengingat semakin berkembangnya teknologi. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan melakukan kerjasama lintas sektor termasuk dengan Universitas. Terlebih untuk mewujudkan ketersediaan Obat dan Makanan yang aman dan bermutu, BPOM tidak dapat bekerja sendiri (single player). Menyadari hal tersebut, Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan menyambut baik sinergitas dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berupa penandatangan Nota Kesepahaman (MoU). Penandatangan MoU dilaksanakan pada tanggal 15/02/2024 di ruang rapat Rektor UIN Mataram yang dilakukan oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun M.Ag dan Kepala BBPOM di Mataram. 

Hadir dalam penandatangan tersebut jajaran sivitas akademika UIN Mataram dan Tim Kerja BBPOM Mataram, diantaranya Wakil Rektor 2 : Prof. Dr. H. M. Zakki M.Pd, Wakil Rektor 3 : Prod. Dr. H. Subhan Abdullah Acim M.Ag, Kepala Biro AAKK : Dr. H. M. Zaidi Abdad M.Ag, dan Ketua Lembaga Halal Center: Dr. Moh Asyiq Amrulloh M.Ag. Dalam sambutannya Rektor UIN Mataram menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BBPOM Mataram atas terlaksananya penandatangan MoU ini. Prof. Dr. H. Masnun M.Ag berharap akan semakin meningkatkan sinergi dan kolaborasi yang lebih baik kedepannya. Yosef Dwi Irwan dalam sambutannya menyampaikan arti penting Obat dan Makanan dalam aspek kesehatan, ekonomi, ketahanan nasional dan daya saing bangsa. Selain sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, Penandatangan MoU juga diharapkan dapat mendorong peran sivitas akademika UIN Mataram  sebagai surveyor data pengunaan obat dan atau makanan, sebagai duta informasi obat dan makanan yang aman dan bermutu. Sebagai bagian dalam institusi pendidikan, UIN Mataram juga aktif dalam penelitian, publikasi, pengabdian masyarakat, dan pelaksanaan kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing bangsa.

Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama meliputi :

a.     pengembangan pendidikan, pengajaran, pengembangan kurikulum dan bahan ajar untuk peningkatan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM);

b.    mendukung penelitian dan pengkajian dalam upaya pengembangan keilmuan untuk peningkatan sistem pengawasan Obat dan Makanan;

c.  pelaksanaan pengabdian/pemberdayaan masyarakat secara kolaboratif melalui kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di bidang Obat dan Makanan; dan

d.    publikasi ilmiah untuk mendesiminasi hasil-hasil penelitian dalam bentuk seminar, konferensi, simposium, maupun dalam bentuk lainnya.

Para pihak berkomitmen untuk memastikan Nota Kesepahaman ini tidak hanya terhenti menjadi dokumen saja, namun terimplementasikan dalam wujud nyata sinergi program dan kegiatan yang saling memberikan kebermanfaatan, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Nusa Tenggara Barat, serta menggerakan ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045

 

Sarana