Mataram, 8 Oktober 2026 – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terus memperkuat sinergi akademisi, bisnis, dan pemerintah (ABG) untuk mempercepat pelayanan publik, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik.
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menyampaikan komitmen tersebut dalam rangkaian kunjungannya di NTB, termasuk penyerahan sertifikat kepada pelaku usaha di Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram (Unram). Sebanyak 1.600 sertifikat direncanakan diberikan kepada industri dan pelaku usaha di NTB sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan usaha.
“BPOM terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui pendampingan dan percepatan perizinan, sehingga pelaku usaha dapat berkembang dan menghasilkan produk yang aman serta bermutu,” ujar Taruna.
Asisten I Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., mengapresiasi program BRIDGE (Bersinergi dalam Riset Inovatif Berdaya Saing Global dan Ekspansi Pasar) yang menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan industri. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BPOM, perguruan tinggi, peneliti, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat untuk mendorong hilirisasi inovasi.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unram, Dr. Sitti Latifah, S.Hut., M.Sc.Forest. Trop., menyambut baik kerja sama tersebut. Sinergi dengan BPOM diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa dan peneliti mengenai regulasi serta mendorong hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi ABG dan program BRIDGE, BPOM bersama pemerintah daerah dan perguruan tinggi berkomitmen memperkuat kapasitas UMKM, mempercepat pemanfaatan hasil riset, serta meningkatkan daya saing produk lokal. Upaya ini sekaligus mendukung ketersediaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.